APA KABAR, TUHAN?
Oleh : Abdillah Putra Siregar
Melamat kesah dalam putaran waktu
pun bibirku tiada henti menceracau nikmat-Mu
lalu aku lupa menambatkan keningku di tanah
bukankah itu yang Kau bilang dekat sekali dengan-Mu
Tuhan..
sering aku berdiri di rahang pintu rumahMu
berdiri saja, sembari leherku menunduk seolah patah
aku malu masuk
sebab kakiku kotor sekali
Tuhan..
sekali ini , kumohon ijinkan aku bertanya
"apa kabarMu?"
sebagai tanda penghambaanku
(Jum'at, 15102010)
Lelaki Pemalu Yang Menulis Puisi
Ah, tiba-tiba saja
petala langit melukis wajahmu
sabit itu indah sekali jika kau yang merekahnya
serupa keindahan malam yang kata orang romantis
ah, ada-ada saja aku ini!
sudah lama aku lupa pada bulan
kukira hatiku mati
sebelum mataku menyalam matamu
tapi, aku masih ragu
sebab belum tentu jua kau merasakan desiran angin di hatiku yang sepoi-sepoi
aih, aku malu!
sungguh, bila lagi-lagi seulas senyum kau lempar padaku
bila tak sengaja matamu bersalaman dengan mataku
kali ini, biarkan aku meramu satu puisi untukmu
jangan kau bilang aku penggombal atau pendusta
(Untukmu , sudah lima tahun kita tak jumpa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar